Zstd dan rollback world
Pahami batas pembacaan world sebelum menyalakan kompresi region atau kembali ke Paper.
Apa yang berubah
feature-flags.region-file-compression default true. Saat aktif, penulisan region memakai codec custom nusaspigot:zstd dengan checksum. Chunk lama berubah bertahap ketika disimpan; ini bukan konversi seluruh world sekaligus.
Nusa membaca format lama gzip, zlib, tanpa kompresi, LZ4, serta codec zstd Nusa. File region tetap menggunakan wadah Anvil, termasuk dukungan payload eksternal .mcc. Ekstensi file yang sama tidak berarti semua server atau editor dapat membacanya.
Periksa sebelum kembali ke Paper. Paper tanpa codec tersebut dan tool yang tidak mendukungnya tidak dapat membaca chunk zstd Nusa. Mematikan flag hanya memilih writer Paper untuk penulisan berikutnya. Chunk zstd yang sudah tersimpan tetap membutuhkan pembaca yang mendukungnya.
Merencanakan migrasi
Sebelum startup Nusa pertama pada world lama, buat backup saat server berhenti. Jika rollback langsung ke Paper menjadi kebutuhan utama, set flag kompresi region false sebelum world dibuka. Uji konfigurasi tersebut di staging.
Menaikkan level kompresi dapat menambah pekerjaan CPU. Gunakan default level 3 terlebih dahulu dan ukur; rentang yang diterima adalah -5 sampai 22. Lihat referensi penyimpanan.
Jika world sudah memakai zstd
Pilihan yang dapat direncanakan adalah memulihkan backup sebelum migrasi, atau mengonversi seluruh data terkait memakai tool yang secara eksplisit mendukung codec tersebut lalu menguji hasilnya. Proyek ini tidak menyertakan converter world produksi.
Jangan mencoba membuka world satu-satunya pada server yang tidak mendukung formatnya. Jangan menganggap safemode, mematikan flag, atau menyimpan beberapa chunk telah mengonversi semua region. Simpan world asli dan lakukan percobaan pada salinan.